Cita-
cita adalah keinginan yang selalu ada dalam pikiran atau tujuan yang ditetapkan
seorang untuk dirinya sendiri dan akan dicapainya. Cita-cita biasanya muncul
dari ketertarikan atau minat yang besar akan sesuatu. Hamper setiap orang
mempunyai keinginan untuk meningkatkan keadaan atau statusnya. Cita-cita jika
terwijud dapat menambah penghargaan terhadap diri sendiri. Sebaliknay jika
gagal dapat menimbulkan rasa malu, kesal, peranan kurang mampu dan rendah diri.
Tercapainya atau tidaknya cota-cita dipengaruhi oleh perbandingan keinginan dan
kemampuan yaitu :
1.
Nyata, jika
cita-cita yang ditetapkan kemungkinan besar dapat tercapai
2.
Tidak nyata, jika
cita-cita yang ditetapkan kemungkinan besar tidak tercapai atau diragukan
Empat kondisi yang membedakan keinginan, yaitu :
1.
Negative, artinya
keinginan untuk menghndari kegagalan
2.
Positive, artinya
menunjukkan keinginan untuk memperoleh kesuksesan
3.
Dekat/langsung,
artinya tujuan yang ditetapkan ingin dicapai dalam waktu dekat
4.
Jauh/tak langsung,
artinya yang ditetapkan hendak dicapainya di masa depan. Keinginan inilah yang
sering disebut cita-cita
Faktor-faktor yang mempengaruhi cita-cita :
1.
Latihan dan
lingkungan sejak kecil
Misalnya
anak yang sering latihan menggambar, besar kemungkinan ia akan bercita-cita
sebagai arsitek atau desainer. Anak yang tumbuh dalam lingkungan penyanyi
kemungkinan ia juga mempunyai keinginan untuk bernyanyi
2.
Ambisi orang tua.
Ambisi
orang tua sering muncul mkarena cita-citanya yang tidak terwujud kemudian
cita-cita itu dialihkan kepada anaknya, sehingga sejak kecil anak sudah
diarahkan pada cita-cita tersebut
3.
Tokoh idola
Seorang
anak yang sangat mengidolakan seorang model, bisa jadi ia juga akan menjadi
model sukses
Sumber :
buku bimbingan konselin SMP/MTS kelas IX

Tidak ada komentar:
Posting Komentar