Senin, 06 Oktober 2014

Menggapai Cita Cita




            Cita- cita adalah keinginan yang selalu ada dalam pikiran atau tujuan yang ditetapkan seorang untuk dirinya sendiri dan akan dicapainya. Cita-cita biasanya muncul dari ketertarikan atau minat yang besar akan sesuatu. Hamper setiap orang mempunyai keinginan untuk meningkatkan keadaan atau statusnya. Cita-cita jika terwijud dapat menambah penghargaan terhadap diri sendiri. Sebaliknay jika gagal dapat menimbulkan rasa malu, kesal, peranan kurang mampu dan rendah diri. Tercapainya atau tidaknya cota-cita dipengaruhi oleh perbandingan keinginan dan kemampuan yaitu :
1.     Nyata, jika cita-cita yang ditetapkan kemungkinan besar dapat tercapai
2.     Tidak nyata, jika cita-cita yang ditetapkan kemungkinan besar tidak tercapai atau diragukan
Empat kondisi yang membedakan keinginan, yaitu :
1.     Negative, artinya keinginan untuk menghndari kegagalan
2.     Positive, artinya menunjukkan keinginan untuk memperoleh kesuksesan
3.     Dekat/langsung, artinya tujuan yang ditetapkan ingin dicapai dalam waktu dekat
4.     Jauh/tak langsung, artinya yang ditetapkan hendak dicapainya di masa depan. Keinginan inilah yang sering disebut cita-cita
Faktor-faktor yang mempengaruhi cita-cita :
1.     Latihan dan lingkungan sejak kecil
Misalnya anak yang sering latihan menggambar, besar kemungkinan ia akan bercita-cita sebagai arsitek atau desainer. Anak yang tumbuh dalam lingkungan penyanyi kemungkinan ia juga mempunyai keinginan untuk bernyanyi
2.     Ambisi orang tua.
Ambisi orang tua sering muncul mkarena cita-citanya yang tidak terwujud kemudian cita-cita itu dialihkan kepada anaknya, sehingga sejak kecil anak sudah diarahkan pada cita-cita tersebut
3.     Tokoh idola
Seorang anak yang sangat mengidolakan seorang model, bisa jadi ia juga akan menjadi model sukses

Sumber : buku bimbingan konselin SMP/MTS kelas IX

Tidak ada komentar:

Posting Komentar